Kisah Mbah Jum, Penjual Wajik dan Jenang Pasar Godean Titipku


Kisah Mbah Jum Yang Viral NET 10 YouTube

Mbah Jum, a tempeh trader who not only sells tempeh but also sells kindness and sincerity. Every morning, accompanied by her grandchild, she sets off for the market. Amidst the bustling.


Mbah Jum AlFalah Assyafi'iyyah

Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.


Kisah Mbah Jum, Penjual Wajik dan Jenang Pasar Godean Titipku

Bengkulu, Siberbengkulu.co - Mbah Jum, begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa ungkap Irene Radjiman dalam tulisannya yang sangat menyentuh hati sehingga Indonesiainteraktif.com terpanggil untuk menulis ulang kisah ini sebagai pelajaran bagi kita dalam menapaki hidup dan kehidupan.


Pecel Mbah Jum Surabaya YouTube

Mbah Jum adalah sesorang penjual tempe di sebuah kota kecil di Jogyakarta. Setiap hari dia menjual tempe di sebuah pasar sekitar kota Bantul. Pagi pagi dia diantar oleh cucu laki-lakinya yang juga bekerja sebagi Kuli di pasar tersebut.


Rumah Mbah Jum Sekarang ini jadi seperti apa???? YouTube

Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.


Kisah Menyentuh Mbah Jum. Pengumpul Sayuran Liar yang Beramal Setiap Hari

Betawipos, Yogyakarta - Mbah Jum adalah nama yang kerap digunakan orang-orang untuk memanggil namanya. Konon beliau disebut-sebut sebagai inspirator sedekah tingkat tinggi. Mungkin sekilas Mbah Jum hanyalah perempuan tua biasa dengan segala kesederhanaannya. Panca inderanya juga sudah tidak sesempurna dulu, alias tuna netra.


TARIK MBAH JUM...HOBAH... athaRayhan.channel8014 YouTube

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur.


BELALANG JATI MBAH JUM MANTAP MUDAH MUDAHAN VIRUS CORONA TIDAK SAMPAI

Mbah Jum ini Mulai berjualan 8 sampai jam 1 siang. Sehabisnya saja. Bicara soal penghasilan, seharinya mbah Jum ini tidak pasti. Terkadang bisa hanya dapat 100 ribu. Tapi masih pengahasilan kotor. Yang mana dari hasilnya ini akan dibelanjakan lagi segala macam bahan untuk wajik dan jenangnya.


Persiapan menjelang Buka Puasa Bersama Dua Bidadari Mbah Sumi & Mbah

Mbah Jum; Nenek Tuna Netra yang Sedekah Tingkat Tinggi. Sebarkan artikel ini. Catatan: Irene Radjiman* Mbah Jum; Nenek Tuna Netra yang penuh inspiratif. Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian, Bantul, Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.


Kisah Menyentuh Mbah Jum. Pengumpul Sayuran Liar yang Beramal Setiap Hari

11 - Aug - 2023, 19:48 Mbah Jum, tunanetra yang hafal Al Quran 30 Juz. (Foto: Kompasiana) JATIMTIMES - Mbah Jum adalah seorang tunanetra yang berprofesi sebagai pedagang tempe di daerah Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Setiap pagi Mbah Jum dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe.


Kisah Menyentuh Mbah Jum. Pengumpul Sayuran Liar yang Beramal Setiap Hari

Salah satu penjual itu adalah Mbah Jum, nenek 66 tahun yang menjajakan pecel ndeso. Saya suka dengan pecel racikannya sejak pertama kali mencicipinya pekan lalu. Sudah tiga kali saya mampir ke pasar ramadan untuk membeli pecel ndeso Mbah Jum. Pecel ndeso Mbah Jum menggunakan aneka macam sayuran. Ada bayam, kobis, kacang panjang, wortel, selada.


Mbah Jum, sendirii merawat diri YouTube

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial Membaca kisah Mbah Jum yang ditulis Irena Radjiman dari pelosok kampung di Yogya yang dilansir eramuslim.com, tanpa disadari sidang pembaca diajak dalam sebuah perenungan yang mendalam, terutama dalam suasana kita menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini.. Pertemuan Irena dengan Mbah Jum wanita sepuh penjual tempe di pasar lima tahun lalu.


Rumah Mbah Jum di Samber Sabranglor Trucuk Dibedah Relawan ICK YouTube

Jawaban dari Mbah Jum lagi-lagi membuat Irena terdiam, sambil menatap wajah Mbah Jum yang terlihat keriputnya bersih. Irena dalam hati bergumam, ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah level tinggi ala Mbah Jum. Dalam tulisannya, Irena menambahkan tentang status Mbah Jum.


Perjuangan Mbah Jum Dibalik Kriuknya Kerupuk! Titipku

Mbah Jum juga disebut selalu pulang paling awal dibandingkan pedagang yang lain. Sebelum pulang, Mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka hasil dagangan lebih dari Rp 50.000, maka Mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal..


mbah jum belajar youtube /belajaryoutube1 YouTube

Kelewat waktu di beranda. Bagi yang belum tahu kisahnya, saya cuplikkan sedikit. Tentang Mbah Jum, tuna netra penjual tempe yang juga hafal 30 juz Alquran. Dari hasil keuntungan berjualan, ia tak pernah mengambil uang lebih dari Rp50 ribu setiap hari. Jika ada kelebihan, selalu dimasukkan kotak amal.


Mbah Jum Makan Ketela Pohon Gula Aren YouTube

Apalagi Mbah Jum harus merawat istrinya, Rehani (75), yang terbaring di atas kasur lantaran terkena sakit stroke. Pria tersebut juga turut merawat seorang cucu. "Bagaimana lagi karena memang ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang kepala keluarga," ucapnya. Kecintaan Mbah Jum terhadap istrinya begitu besar.